Cara Berinvestasi dalam Pertumbuhan Ekonomi Malaysia

Berinvestasi di Malaysia dari Saham ke Real Estat

"Saya suka berada di sini" - atau "Saya suka di sini" - adalah frasa yang digunakan investor lebih sering ketika merujuk ke Malaysia. Ekonomi yang kuat, pemerintah yang mendukung, tenaga kerja terdidik, dan infrastruktur yang dikembangkan telah secara diam-diam mengubah negara Asia-Pasifik menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor internasional di seluruh dunia.

Dalam artikel ini, kita akan melihat manfaat dan risiko berinvestasi di Malaysia, cara berinvestasi di pasar saham negara, dan melihat sekilas industri real estatnya sebagai kelas aset alternatif yang mungkin ingin dipertimbangkan investor untuk melengkapi portofolio mereka.

Manfaat & Risiko Berinvestasi di Malaysia

Malaysia memiliki ekonomi pasar yang terbuka dan ekonomi industri yang baru. Antara 1957 dan 2005, negara ini melaporkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) rata-rata 6,5%, yang menjadikannya salah satu ekonomi dengan kinerja terbaik di kawasan ini. Tingkat pertumbuhan ini telah melambat menjadi hanya 1,29% antara tahun 2000 dan 2015, karena ekonomi telah matang.

Menurut IMD Competitiveness Index, ekonomi Malaysia adalah pasar paling kompetitif ke-14 di dunia dan kelima di antara negara-negara dengan populasi lebih dari 20 juta, yang menempatkannya di atas tempat-tempat seperti Jepang , Australia , dan Inggris . Bank Dunia juga mencatatnya sebagai negara termudah keenam di dunia untuk melakukan bisnis dan negara paling aktif keenam untuk investasi asing oleh FPM.

Seperti halnya pasar yang paling berkembang atau terdepan , ada unsur risiko geopolitik dan risiko kebijakan moneter yang terkait dengan investasi di Malaysia.

Ketegangan politik negara itu pada tahun 2008 membebani negara itu, sementara negara itu telah mengalami defisit menggelembung di masa lalu yang telah menarik perhatian investor. Isu-isu politik dan elektoral juga terus mengganggu negara dan memperkenalkan ketidakstabilan.

Berinvestasi di Pasar Saham Malaysia

Exchange-traded funds (ETFs) mewakili cara termudah untuk berinvestasi di Malaysia.

Dengan memegang beragam keranjang saham, sekuritas ini menawarkan diversifikasi instan dan mudah dibeli dan dijual di bursa saham AS. ETF paling populer yang digunakan untuk berinvestasi di Malaysia adalah Indeks Dana iShares MSCI Malaysia (NYSE: EWM), yang meniru Indeks MSCI Malaysia.

American Depository Receipts (ADRs) merupakan pilihan lain bagi investor internasional yang ingin menghindari pertukaran asing . Masing-masing perusahaan ini dapat dibeli sebagai bagian kecil dari portofolio yang lebih besar. Tetapi para investor harus menyadari bahwa banyak dari ADR ini relatif tidak likuid dan mungkin sulit untuk dibeli dan dijual dengan harga yang menarik.

Berikut ini beberapa ADR Malaysia terpopuler:

Akhirnya, investor internasional dapat berinvestasi di bursa saham negara - Bursa Malaysia. Dengan hanya di bawah 1.000 perusahaan yang terdaftar, bursa adalah salah satu yang terbesar di Asia dan menawarkan berbagai macam pilihan investasi. Kelemahannya adalah bahwa investor AS harus membuka rekening pialang asing dan mungkin akan dikenakan pajak keuntungan modal asing atas keuntungan apa pun.

Investasi Real Estat Malaysia

Setelah memfokuskan kembali usahanya bertahun-tahun yang lalu, Malaysia telah menjadikan pariwisata sebagai penyumbang pendapatan terbesar ketiga.

Ini telah membuat investasi real estat menjadi bentuk investasi alternatif yang sangat populer bagi banyak investor internasional . Menurut Panduan Properti Global, harga rumah rata-rata telah meningkat hampir 50% antara tahun 2002 dan 2012, sementara pasar tetap sangat kompetitif.

Terlepas dari hasil yang menguntungkan ini, ada beberapa risiko yang harus dipertimbangkan oleh investor secara hati-hati. Upaya pemerintah untuk membuat perumahan lebih terjangkau telah menyebabkan kelebihan pasokan di kali, sementara ada pembatasan baru pada pembelian asing diberlakukan selama krisis ekonomi yang dimulai pada tahun 2008. Dan akhirnya, pasar sewa tetap sangat kecil dibandingkan dengan AS.

Tidak banyak kepercayaan real estat yang diperdagangkan secara umum bagi investor untuk dipilih, seperti di Amerika Serikat, tetapi investor dapat membeli properti secara langsung atau berinvestasi di berbagai perusahaan manajemen properti.

Key Takeaways untuk Berinvestasi di Malaysia