Lihatlah Apa yang Akan Terjadi Saat AS dan UE Mengejar Berbagai Tujuan
Dalam artikel ini, kita akan melihat strategi kebijakan moneter , pengaruhnya terhadap pasar global, dan beberapa kemungkinan untuk kebijakan moneter yang berbeda.
Kebijakan Moneter 101
Kebijakan moneter adalah strategi bank sentral untuk mengelola pasokan uang dan suku bunga melalui berbagai alat yang berbeda untuk mempengaruhi hasil seperti inflasi dan pekerjaan.
Tiga alat kebijakan moneter yang paling populer termasuk:
- Operasi Pasar Terbuka - Membeli dan menjual obligasi pemerintah untuk mengontrol tingkat cadangan dalam sistem perbankan dan mempengaruhi suku bunga.
- Tingkat Diskonto - Tingkat bunga yang dibayar bank pada pinjaman jangka pendek dari bank sentral, yang mencakup suku bunga yang lebih luas di seluruh ekosistem keuangan.
- Persyaratan Cadangan - Jumlah dana fisik yang diperlukan bank untuk menahan deposito dalam rekening bank, yang mempengaruhi volume pinjaman.
Efek pada Pasar Global
Keputusan kebijakan moneter AS dan UE mempengaruhi pasar global dalam berbagai cara karena sifat ekonomi dunia yang saling terkait.
Efek yang paling umum termasuk:
- Efek Switching - Apresiasi dolar meningkatkan daya saing harga ekonomi lain dan mendorong konsumen asing untuk membeli konsumen domestik dan AS untuk membeli barang-barang impor. Akibatnya, pengetatan AS dapat menjadi ekspansif untuk negara lain yang memiliki hubungan dagang yang kuat.
- Dosa Asal - Apresiasi dolar membuat nilai mata uang lokal dari kewajiban dalam mata uang dolar AS jauh lebih mahal. Akibatnya, banyak negara pasar berkembang dan perusahaan asing mungkin mengalami biaya layanan utang yang lebih tinggi, yang dapat memiliki dampak kontraktif di negara-negara lain.
Korelasi - Pergerakan hasil obligasi Treasury AS memiliki dampak besar pada obligasi asing, karena sifat keuangan global yang saling terkait. Akibatnya, kenaikan suku bunga di AS yang meningkatkan imbal hasil Treasuries mungkin juga akan meningkatkan imbal hasil bagi banyak obligasi pemerintah lainnya karena biaya keamanan yang lebih tinggi.
Kebijakan Divergen
Perbedaan antara kebijakan moneter AS dan Uni Eropa mencerminkan perbedaan utama dalam fundamental di masing-masing wilayah. Di AS, pertumbuhan ekonomi dan harga aset yang kuat telah membuat kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve diperlukan untuk menghindari gelembung aset di masa depan. Di Uni Eropa, pertumbuhan ekonomi yang stagnan telah menyebabkan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga ke wilayah negatif dan mengejar langkah-langkah stimulus tambahan.
Masalahnya adalah bahwa kebijakan yang berbeda ini menciptakan beberapa dinamika unik di pasar keuangan. Sebagai contoh, Program Pembelian Aset diperluas ECB memicu penurunan imbal hasil obligasi AS meskipun ada spekulasi tentang kenaikan suku bunga domestik.
Dampak spesifik sulit diprediksi selain untuk mengatakan bahwa kebijakan moneter domestik mungkin lebih sulit mencapai mandat mereka ketika bersaing dengan kekuatan eksternal.
Hasil yang paling mungkin dari kebijakan moneter yang berbeda akan meningkatkan volatilitas dari spekulasi terhadap keputusan kebijakan moneter asing. Misalnya, keputusan ECB akan terus mempengaruhi pasar AS dan keputusan AS akan berdampak besar pada pasar negara berkembang. Investor harus menyadari strategi yang dikejar di masing-masing bidang ini dan memastikan bahwa portofolio mereka diposisikan dengan tepat untuk menanganinya.
Poin Takeaway Utama
- Dunia telah menjadi semakin global dari waktu ke waktu, yang telah membuat keputusan kebijakan moneter oleh ekonomi besar semakin berdampak.
- Ada banyak cara berbeda bahwa keputusan kebijakan moneter dapat memengaruhi pasar global, termasuk beralih, dosa asal, dan korelasi.
- Kebijakan moneter yang berbeda dapat memperkenalkan lebih banyak volatilitas ke pasar, yang investor harus sadar bergerak maju.