Cara Memendekkan Euro

Pendekkan Euro the Easy Way dengan ETF

Euro adalah mata uang resmi dari zona euro dan mata uang cadangan terbesar kedua di dunia setelah dolar Amerika Serikat. Saat ini, mata uang digunakan oleh Austria, Belgia, Siprus, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Luksemburg, Malta, Belanda, Portugal, Slovakia, Spanyol, Montenegro, Andorra, Monako, San Marino dan Vatikan Kota.

Investor dapat membeli euro sebagai cara untuk bertaruh pada peningkatan ekonomi zona euro karena nilai mata uang terkait dengan suku bunga yang cenderung meningkat ketika ekonomi berjalan dengan baik.

Sebaliknya, investor mungkin ingin menjual euro lebih pendek sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan dari penurunannya ketika suku bunga jatuh dan mata uang menjadi kurang bernilai. Investor juga ingin memperpanjang long atau short euro sebagai cara untuk melindungi portofolio mereka terhadap risiko mata uang .

Jual singkat euro secara tradisional dilakukan dengan meminjam sejumlah euro, dengan perjanjian untuk membeli kembali mereka di masa depan, dan segera menukarnya dengan mata uang yang berbeda. Ketika nilai euro jatuh relatif terhadap mata uang yang ditukar, biaya pembelian kembali euro lebih rendah, dan laba direalisasikan ketika perdagangan ditutup.

Dalam artikel ini, kita akan melihat lebih dekat bagaimana investor internasional dapat menjual euro dalam waktu singkat untuk memanfaatkan potensi penurunan nilai.

Alasan untuk Pendekkan Euro

Jual singkat euro pada dasarnya adalah bertaruh bahwa nilai euro akan jatuh relatif terhadap mata uang lain di seluruh dunia.

Nilai mata uang dapat berfluktuasi karena berbagai faktor ekonomi dan politik yang berbeda. Tetapi ada beberapa denominator umum yang sering menyebabkan masalah bagi suatu negara dan mata uangnya.

Alasan paling umum untuk penurunan penilaian mata uang adalah:

Cara Memendekkan Euro dengan ETF

Cara paling jelas untuk menjual singkat euro adalah di pasar mata uang dengan melakukan short pair mata uang seperti EUR / USD. Tiga mata uang yang paling umum untuk short euro terhadap adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Pasangan mata uang EUR / USD adalah perdagangan paling populer di dunia, tetapi Franc Swiss dan Yen Jepang secara luas dianggap sebagai safe-havens.

Namun, leverage yang dibutuhkan di pasar mata uang membuat sulit untuk mempertahankan posisi jangka panjang. Akibatnya, investor internasional dengan jangka waktu jangka panjang menjadi lebih baik menggunakan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang memiliki leverage internal dan kurang berisiko.

Dua ETF paling umum untuk short euro adalah:

Investor juga dapat menjual short atau membeli opsi put terhadap ETF dengan posisi long di euro. Mirip dengan skenario mata uang, short selling ETF melibatkan peminjaman saham dan segera menjualnya dengan perjanjian untuk membeli kembali (idealnya dengan harga lebih rendah). Sementara itu, put options adalah hak untuk menjual ETF yang menjadi lebih bernilai ketika harga sekuritas menurun.

Berikut adalah empat ETF yang panjang euro:

Risiko Penjualan Singkat

Short selling melibatkan tingkat resiko yang tinggi karena ada potensi kerugian yang tidak terbatas. Sedangkan downside mata uang terbatas pada nol, mata uang berpotensi terbalik tanpa batas yang menciptakan potensi kerugian tanpa batas.

Artinya, Anda bisa kehilangan lebih dari yang Anda investasikan di tempat pertama. Investor harus menjaga risiko ini ketika shorting mata uang yang sebenarnya, sementara mengetahui bahwa ETF ultra-pendek mengalami kerugian yang sama ketika nilai mata uang meningkat.

Poin Takeaway Utama