Apa itu Polymerase Chain Reaction (PCR)?

PCR adalah singkatan dari polymerase chain reaction , teknik biologi molekuler untuk memperkuat segmen DNA, dengan menghasilkan banyak salinan menggunakan enzim DNA polimerase dalam kondisi yang terkendali. Sekecil satu salinan dari segmen DNA atau gen dapat dikloning menjadi jutaan salinan, memungkinkan deteksi menggunakan pewarna dan teknik visualisasi lainnya.

Dikembangkan pada tahun 1983, proses PCR telah memungkinkan untuk melakukan sekuensing DNA dan mengidentifikasi urutan nukleotida pada gen individu.

Metode ini menggunakan siklus termal atau pemanasan berulang dan pendinginan reaksi untuk peleburan DNA dan replikasi. Saat PCR berlanjut, DNA “baru” digunakan sebagai template untuk replikasi dan reaksi berantai terjadi, secara eksponensial memperkuat template DNA.

Teknik PCR diterapkan di banyak bidang bioteknologi termasuk rekayasa protein , kloning, forensik (DNA fingerprinting), pengujian paternitas, diagnosis penyakit keturunan dan / atau infeksi, dan untuk analisis sampel lingkungan.

Pada forensik, khususnya, PCR sangat berguna karena memperkuat bahkan jumlah terkecil bukti DNA. PCR juga dapat digunakan untuk menganalisis DNA yang berusia ribuan tahun, dan teknik ini telah digunakan untuk mengidentifikasi segala sesuatu dari mammoth berusia 800.000 tahun ke mumi dari seluruh dunia.

Prosedur PCR adalah sebagai berikut:

Prosedur dibagi menjadi tiga tahap: