Tapi pasar saham China telah menjadi cerita yang berbeda.
Shanghai Composite turun hampir 15% pada tahun 2010, menjadikannya salah satu pasar berkinerja terburuk di dunia. Tindakan pemerintah untuk memperlambat pertumbuhan dengan menaikkan suku bunga dan persyaratan cadangan telah terbukti sangat bearish. Jadi, sebaiknya Anda mengikuti saran Warren Buffett dan berinvestasi di pasar berkembang populer ini?
Gambaran Umum Ekonomi Tiongkok
China secara historis menjadi salah satu kekuatan terkemuka di dunia. Tapi kerusuhan sipil, kelaparan, dan kekalahan militer menyebabkannya stagnan pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Itu tidak sampai 1978, ketika Deng Xiaoping mengambil alih kekuasaan, bahwa negara itu berfokus pada pembangunan ekonomi yang berorientasi pasar dan memulai comebacknya.
Saat ini, ekonomi China paling terkenal untuk sektor manufakturnya, yang melampaui Amerika Serikat sebagai yang terbesar di dunia pada 2010-2011. Sementara negara komunis mempertahankan banyak perusahaan milik negara, kebijakan pasar bebasnya telah mendorong sejumlah besar investasi asing.
Sekarang, negara itu ditantang dengan transisi ke ekonomi yang dikendalikan konsumen yang lebih berkelanjutan.
Statistik ekonomi 2010 negara termasuk:
- Produk Domestik Bruto (KPS): $ 10,08 Triliun
- Tingkat Pertumbuhan Nyata PDB: 10,46%
- PDB per Kapita: $ 7,518
- Tingkat Pengangguran: 4,2%
- Tingkat Inflasi (IHK): 4,9%
Manfaat dan Risiko Berinvestasi di Tiongkok
Perekonomian China mungkin memiliki catatan keberhasilan yang solid, tetapi pasar sahamnya telah menjadi cerita yang berbeda.
Upaya pemerintah untuk menahan pertumbuhan menyebabkan Shanghai Composite jatuh hampir 15% pada tahun 2010, menjadikannya salah satu pemain terburuk di dunia. Akibatnya, investor internasional harus menyadari manfaat dan risiko sebelum berinvestasi di China.
Manfaat berinvestasi di Tiongkok meliputi:
- Pertumbuhan Ekonomi Yang Kuat . Cina telah melaporkan pertumbuhan ekonomi satu digit yang tinggi selama dua dekade terakhir, menjadikannya ekonomi utama yang tumbuh paling cepat di dunia.
- Meningkatnya Status Global . China memiliki jumlah utang AS yang signifikan dan siap untuk menjadi ekonomi terbesar di dunia, memberikannya pertumbuhan dalam politik global.
Risiko berinvestasi di Cina termasuk:
- Kurang Diprediksi . Cina memiliki pemerintah yang terbukti kurang dapat diprediksi daripada pemerintah demokratis seperti anggota AS atau Uni Eropa.
- Ketidakstabilan Sosial . Penduduk terkaya China menarik hingga 25x lebih banyak dari tempat tinggal bawahnya, yang dapat menciptakan ketidakstabilan sosial atau arus keluar modal yang cepat.
- Mengubah Demografi . Keberhasilan ekonomi Cina adalah karena tenaga kerja yang murah dan muda, tetapi demografi itu bisa berubah dengan populasi yang menua.
Cara Terbaik untuk Berinvestasi di China
Ada banyak cara untuk berinvestasi di China, mulai dari dana yang diperdagangkan di bursa AS (ETF) hingga surat berharga yang terdaftar di dua bursa domestiknya.
ETF menawarkan cara termudah untuk mendapatkan eksposur tanpa mengkhawatirkan implikasi hukum dan pajak. Sementara itu, American Depository Receipts (ADR) menawarkan eksposur ke masing-masing perusahaan yang beroperasi di dalam negeri.
ETF Cina Populer meliputi:
- iShares FTSE China 25 Index Fund (NYSE: FXI)
- iShares MSCI China Index Fund (NYSE: MCHI)
- SPDR S & P China ETF (NYSE: GXC)
- Guggenheim China All-Cap Fund (NYSE: YAO)
- Guggenheim China Small Cap ETF (NYSE: HAO)
ADR Tiongkok Populer termasuk:
- PetroChina Company Limited (NYSE: PTR)
- Baidu.com Inc. (NASDAQ: BIDU)
- New Oriental Education & Technology Group Inc. (NYSE: EDU)
- Spreadtrum Communications Inc. (NASDAQ: SPRD)
- China Mobile Ltd. (NYSE: CHL)
Poin Takeaway Utama
- China adalah pasar berkembang terbesar dan paling berpengaruh di dunia, dan siap untuk melampaui AS untuk menjadi ekonomi terbesar di dunia.
- Cara termudah untuk berinvestasi di Cina adalah menggunakan ETF, tetapi investor yang mencari lebih banyak paparan langsung juga dapat melihat ADR atau saham asing.