Cara Berinvestasi dalam Ekonomi Terbesar Eropa
Perusahaan terbesar Jerman dapat ditemukan dalam Indeks DAX 30 , yang mirip dengan Dow Jones Industrial Average di Amerika Serikat, dan berisi 30 perusahaan Jerman terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar perdagangan di Bursa Efek Frankfurt.
Indeks ini berisi beberapa nama rumah tangga seperti Adidas AG, BASF SE, BMW AG, Bayer SE, Siemens AG, MAN SE dan banyak lainnya.
Negara ini juga memiliki sumber daya alam yang signifikan, termasuk uranium, kayu, kalium, nikel, tembaga, dan gas alam. Dalam hal energi terbarukan, negara ini juga merupakan produsen turbin angin terbesar di dunia dan menghasilkan hampir sepertiga dari kekuatan domestiknya dari sumber terbarukan.
Manfaat & Risiko Berinvestasi di Jerman
Jerman mungkin memiliki ekonomi yang kuat, tetapi sifatnya yang didorong oleh ekspor membuatnya rentan terhadap faktor risiko luar. Misalnya, keanggotaan negara di Uni Eropa telah menjadi keuntungan besar di masa lalu, tetapi krisis utang negara Eropa dan perlambatan ekonomi berikutnya telah berdampak negatif terhadap perekonomiannya.
Manfaat berinvestasi di Jerman meliputi:
- Ekonomi Kuat - Jerman memiliki salah satu ekonomi paling kuat di dunia, sebagai yang terbesar keempat dalam ukuran dan terbesar kedua dalam ekspor. Pada 2017, produk domestik bruto (PDB) negara itu mencapai $ 3,65 triliun secara nominal.
- Keanggotaan Uni Eropa - Jerman telah memperoleh manfaat yang kuat dari inklusi di Uni Eropa, yang membantunya menjadi lebih kompetitif tidak hanya terhadap negara industri lainnya, tetapi juga semua anggota Eurozone lainnya .
- Tenaga Kerja & Pajak - Tenaga kerja Jerman berpendidikan tinggi dan sangat terdorong, sebagaimana dibuktikan oleh persentase pendidikan yang lebih tinggi dan hari mogok per 1.000 penduduk. Dan kode pajak terpadu dan kebijakan yang ramah bisnis juga menguntungkan.
Risiko investasi di Jerman termasuk:
- Uni Eropa Bailout - Jerman telah mendapat manfaat dari menjadi anggota Uni Eropa, tetapi masalah utang pemerintah telah memaksa untuk berpartisipasi dalam bailout di masa lalu. Dana talangan ini mungkin memiliki biaya tinggi, terutama jika lebih banyak negara menghadapi masalah.
- European Contagion - Negara-negara di Uni Eropa terhubung satu sama lain melalui masalah utang negara. Kegagalan satu negara untuk membayar utangnya dapat menyebabkan orang lain menghadapi nasib yang sama dan akhirnya merugikan neraca Jerman (dan bank-banknya).
- Demografi - Jerman memiliki populasi yang menua yang dapat menempatkan beban yang semakin besar pada program kesejahteraan sosialnya. Dengan tingkat kesuburan 1,45 pada tahun 2010, negara memimpin banyak orang lain di Barat, tetapi jauh di bawah tingkat penggantian alami 2,1.
Investasikan di Jerman dengan ETF & ADR
Cara termudah untuk berinvestasi di Jerman adalah melalui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Sekuritas ini dapat dibeli di bursa saham AS dan menawarkan eksposur beragam untuk perusahaan yang berdomisili di dalam negeri. Tetapi American Depository Receipts (ADR) menawarkan cara yang lebih mudah untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan tanpa membeli dan menjual saham di bursa non-AS.
ETF paling populer digunakan untuk berinvestasi di Jerman adalah iShares MSCI Jerman Index Fund (EWG), yang dikelola oleh kelompok iShares BlackRock.
Menggunakan Indeks MSCI Jerman yang populer, dana tersebut menyimpan sekitar 50 saham di lebih dari 10 industri, dengan rasio biaya 0,49% dan nilai aset bersih lebih dari $ 4 miliar, pada Februari 2018.
Berikut adalah beberapa ETF populer untuk berinvestasi di Jerman:
- iShares MSCI Jerman Index Fund (EWG)
- Dana Indeks Obligasi Jerman (BUND)
- ProShares Jerman Sovereign / SubSovereign (GGOV)
- Vektor Pasar Jerman Small Cap ETF (GERJ)
- Profil Dana Jerman AlphaDEX (FGM)
Berikut beberapa ADR populer untuk berinvestasi di Jerman:
- Deutsche Bank AG (DB)
- Deutsche Telekom AG (DTEGY)
- Siemens AG (SI)
- BASF SE (BASFY)
- E.ON AG (EONGY)
Ketika berinvestasi di ETF internasional, pedagang harus menyadari rasio biaya dana, yang dapat bervariasi antara dana. Beberapa dana mungkin terlalu terkonsentrasi di satu bidang ekonomi, yang dapat memperkenalkan risiko terkait diversifikasi.
Ketika berinvestasi dalam ADR, pedagang harus memperhitungkan tingkat likuiditas yang lebih rendah dibandingkan dengan saham blue chip khas domestik. Tingkat likuiditas yang lebih rendah dapat membuat lebih sulit untuk membeli dan menjual saham dengan harga yang menguntungkan. Mungkin juga ada implikasi pajak yang terkait dengan ADR dan stok asing.