Investasikan di Asia Tenggara dengan ETF dan ADR
Dana Moneter Internasional ("IMF") mengharapkan Malaysia tumbuh 4,7%, Indonesia tumbuh 6,3%, Thailand tumbuh 7,5%, dan Singapura tumbuh 3,5% pada 2013, setelah sudah memposting tingkat pertumbuhan terdepan di dunia sepanjang 2012. Sementara ini tarif mungkin tidak akan berkelanjutan tanpa batas, investor yang mencari tempat berlindung yang aman dari AS dan Eropa mungkin ingin mempertimbangkan untuk membangun paparan terhadap wilayah yang berkinerja baik di dunia.
Berinvestasi di Asia Tenggara dengan ETF
Dana yang diperdagangkan di bursa ("ETF") mewakili cara termudah untuk berinvestasi di Asia Tenggara, menyediakan diversifikasi instan dalam sekuritas yang diperdagangkan di AS. Meskipun tidak ada ETF Asia Tenggara yang diperdagangkan secara luas, ada beberapa ETF khusus negara yang dapat dikombinasikan untuk menciptakan eksposur luas ke wilayah tersebut. Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina semuanya memiliki ETF yang dapat diperdagangkan di AS dan dapat digabungkan menjadi satu portofolio.
Berikut ikhtisar singkat tentang lima ETF untuk bermain negara di wilayah ini:
- Singapura - Indeks iShares MSCI Singapore (EWS) ETF memberikan paparan yang luas terhadap pertumbuhan ekonomi Singapura, dengan fokus pada layanan keuangan (33,55%), industri (19%), real estate (15,96%) dan komunikasi (11,96%). Rasio biaya 0,61% dana mirip dengan banyak ETF lainnya, sementara $ 1,6 miliar dalam total aset menjadikannya salah satu ETF terbesar dan paling likuid di wilayah tersebut.
- Thailand - Indeks Pasar Modal yang Tercakup iShares MSCI Thailand (THD) ETF memberikan paparan yang luas terhadap ekonomi Thailand, dengan fokus pada jasa keuangan (33,07%), energi (15,86%) dan bahan dasar (11,06%). Rasio biaya 0,61% dana menempatkan setara dengan banyak ETF lainnya, sementara $ 1,1 miliar total aset membuatnya menjadi investasi yang sangat likuid bagi investor internasional untuk dipertimbangkan.
- Malaysia - Indeks iShares MSCI Malaysia (EWM) ETF memberikan paparan luas terhadap pertumbuhan ekonomi Malaysia, dengan fokus pada keuangan (30,01%), industri (15,36%), pertahanan konsumen (11,21%), dan komunikasi (11,13%). Rasio biaya 0,61% dana itu menempatkannya sejalan dengan banyak ETF lainnya, sementara total asetnya yang berjumlah 940 juta dolar memberikan investor likuiditas yang signifikan.
- Indonesia - Indeks Pasar Indonesia Index ETF (IDX) memberikan paparan yang luas terhadap ekonomi Indonesia, dengan fokus pada jasa keuangan (27,39%), bahan dasar (19,68%), pertahanan konsumen (15%), dan siklus konsumen (12,29%) sektor. Rasio biaya 0,57% dana membuatnya relatif terjangkau bagi investor, sementara $ 460 juta dalam total aset membuatnya menjadi investasi yang sangat likuid bagi investor internasional untuk dipertimbangkan.
- Filipina - Indeks Pasar Investasi iShares MSCI Filipina (EPHE) ETF memberikan paparan yang luas terhadap ekonomi Filipina, dengan fokus pada real estat (21,73%), siklus konsumen (19,89%), utilitas (15,07%), jasa keuangan (14,07%) ), dan industri (12,62%). Rasio biaya 0,61% dana mirip dengan banyak ETF lainnya, sementara $ 380 juta dalam total aset membuatnya menjadi investasi yang sangat likuid untuk dipertimbangkan.
Faktor Risiko & Pertimbangan Lainnya
Investor internasional yang ingin membangun eksposur ke Asia Tenggara harus menyadari bahwa berinvestasi di kawasan ini melibatkan beberapa risiko, mulai dari kepekaan terhadap pertumbuhan ekonomi China hingga potensi bencana alam di kawasan ini. Investor harus hati-hati mempertimbangkan risiko-risiko ini sebelum melakukan modal apapun saat melakukan diversifikasi di luar negara-negara ini atau wilayah ini untuk mengurangi risiko portofolio secara keseluruhan yang dihasilkan dari keseluruhan keseluruhan.
Investor mencari eksposur yang lebih spesifik daripada yang ditawarkan oleh ETF yang tercantum di atas mungkin juga ingin mempertimbangkan American Depository Receipts ("ADRs"). Ini adalah sekuritas yang diperdagangkan di AS yang dirancang untuk meniru pergerakan perdagangan ekuitas asing di bursa saham asing. Sering kali, ADR ditawarkan untuk perusahaan asing besar yang beroperasi di luar negeri dan dapat paling mudah ditemukan dengan melihat kepemilikan ETF yang disebutkan sebelumnya.