Panduan untuk Berinvestasi di Israel

Berinvestasi dalam Ekonomi Menjanjikan Israel

Israel secara luas dianggap sebagai salah satu negara paling maju di Asia Barat Daya baik dalam pembangunan ekonomi dan industri. Dengan ekonomi yang kuat dan berkembang, negara ini adalah pengekspor teknologi dan farmasi terkemuka, dengan jumlah perusahaan rintisan terbesar di dunia dan perusahaan yang terdaftar di NASDAQ di dunia di luar Amerika Utara.

Dalam artikel ini, kita akan melihat mengapa investor internasional harus mempertimbangkan investasi di Israel dan cara terbaik untuk membangun eksposur ke dalam portofolio mereka.

Sejarah Ekonomi Turbulen Israel

Perekonomian Israel mulai pada catatan kasar, meskipun keberhasilannya di zaman modern. Setelah mencapai kemerdekaan pada bulan Mei 1948, negara ini menghadapi krisis ekonomi yang mendalam berkat Perang Arab-Israel 1948 yang menghancurkan. Tiga miliar tanda yang dibayarkan oleh Jerman ke Israel untuk penganiayaan orang-orang Yahudi selama Holocaust membantu mengimbangi kerugian ini pada 1950-an.

Setelah masalah pada tahun 1940-an dan 1950-an, ekonomi menikmati tingkat pertumbuhan ekonomi yang kuat sampai krisis saham bank pada tahun 1983 yang menyebabkan tingkat inflasi tahunan mendekati 450% dan diproyeksikan untuk bergerak lebih dari 1.000% pada tahun 1985. Namun, negara tersebut berhasil menerapkan rencana stabilisasi ekonomi pada tahun 1985 yang membuka jalan bagi pertumbuhan yang cepat pada 1990-an.

Ekonomi Hari Modern Yang Kuat

Ekonomi Israel mungkin bukan yang terbesar di dunia oleh produk domestik bruto (PDB) - sekitar $ 340 miliar pada tahun 2017 - tetapi itu adalah pemimpin dunia dalam perangkat lunak, telekomunikasi, semikonduktor, dan farmasi.

Dan, dengan jumlah perusahaan start-up dan NASDAQ terbesar di dunia di luar Amerika Utara, ekonomi negara berkembang pesat.

Selain tingkat pertumbuhan ekonomi yang kuat, bank sentral Israel telah mempertahankan kebijakan moneter yang sangat sukses. Negara ini mengalami surplus $ 60 miliar pada pertengahan 2012, dengan tingkat pengangguran yang tetap lebih rendah dari negara-negara maju lainnya, sebelum ekonomi global melambat.

Sementara itu, bank sentralnya telah digolongkan sebagai salah satu yang teratas di dunia untuk menjaga stabilitas.

Berinvestasi di Israel dengan ETF

Cara termudah untuk berinvestasi di Israel adalah menggunakan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), yang menawarkan diversifikasi instan dalam satu keamanan yang diperdagangkan AS. Dengan hampir $ 80 juta dalam aset yang dikelola, iShares MSCI Israel Capped ETF (NYSE: EIS) adalah salah satu opsi paling populer bagi investor yang mencari eksposur ke ekonomi Israel.

Sementara ETF menawarkan eksposur terdiversifikasi dengan 67 saham dalam portofolionya, investor harus mempertimbangkan fakta bahwa sekitar sepertiga dari dana tersebut terkena sektor keuangan dan hampir 20% diinvestasikan dalam Teva Pharmaceutical Industries Ltd. (NYSE: TEVA). Dana tersebut juga memiliki rasio biaya 0,61%, yang kira-kira sejajar dengan banyak ETF negara lainnya.

Investor yang ingin berinvestasi secara langsung mungkin juga ingin mempertimbangkan American Depository Receipts (ADRs), yang menawarkan paparan yang diperdagangkan di AS kepada masing-masing perusahaan. Beberapa ADR Israel yang paling populer dan saham yang diperdagangkan di AS termasuk:

Manfaat & Risiko untuk Berinvestasi di Israel

Perekonomian Israel mungkin dinamis dan berkembang, tetapi negara ini menghadapi banyak risiko yang berbeda yang harus dipertimbangkan investor. Misalnya, negara menghadapi sejumlah risiko geopolitik dari negara lain dan risiko keuangan dari sektor perbankannya yang besar.

Manfaat berinvestasi di Israel meliputi:

Risiko berinvestasi di Israel termasuk:

Kesimpulan

Israel merupakan peluang investasi yang kuat di salah satu wilayah paling bergejolak di dunia dari sudut pandang geopolitik. Investor yang mencari eksposur dapat menemukan banyak ADR yang diperdagangkan di AS - terutama di NASDAQ - atau dapat mempertimbangkan iShares MSCI Israel Capped ETF (NYSE: EIS) sebagai pendekatan yang lebih lengkap untuk membangun eksposur ke dalam portofolio.