Menggunakan Kapitalisasi Pasar terhadap Rasio Produk Nasional Bruto
Ketika datang untuk menilai seluruh pasar saham, Buffet lebih memilih untuk membandingkan kapitalisasi total pasar saham dengan produk nasional bruto untuk menentukan apakah itu secara historis undervalued atau terlalu tinggi. Buffett percaya bahwa rasio 70% hingga 80% menghasilkan peluang beli untuk saham, sementara rasio mendekati 200% menunjukkan potensi koreksi ke depan selama kuartal mendatang, karena pasar kemungkinan dinilai terlalu tinggi.
Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana menemukan data ini dan menganalisis pasar saham negara menggunakan teknik yang disukai Warren Buffett.
Menemukan Data
Bank Dunia menyediakan banyak data untuk semua negara di seluruh dunia, termasuk data produk nasional bruto dan kapitalisasi pasar ekuitas yang dapat digunakan untuk menciptakan kapitalisasi pasar terhadap rasio GNP. Bahkan, organisasi itu bahkan menyediakan rasio itu sendiri sebagai indikator terpisah untuk banyak negara berbeda di seluruh dunia, yang memungkinkan investor internasional dengan cepat menemukan informasi yang mereka perlukan untuk perbandingan.
Indikatornya dapat ditemukan di sini:
http://data.worldbank.org/indicator/CM.MKT.LCAP.GD.ZS
Ketika mengkonsumsi data, investor internasional harus yakin untuk merencanakan titik data atau melihat grafik untuk menunjukkan pergerakan dari waktu ke waktu. Alasan yang sederhana adalah bahwa tidak ada negara yang identik dan investor membutuhkan konteks untuk menguraikan makna gerakan-gerakan ini.
Sebagai contoh, AS selalu memiliki rasio tinggi mendekati 100%, tetapi investor tidak bijaksana untuk menghindari ekuitas AS sama sekali selama beberapa tahun terakhir, meskipun tren yang tampaknya bearish ini.
Strategi Investasi
Ada banyak strategi berbeda yang dapat digunakan investor internasional dengan kapitalisasi pasar terhadap data produk nasional bruto di tangan. Di sisi konservatif, banyak investor mungkin ingin menggunakan indikator untuk mengidentifikasi titik awal untuk riset ekuitas berbasis nilai. Di sisi yang berisiko, beberapa investor mungkin tertarik untuk mengejar strategi jangka pendek di mana mereka menjual pasar terlalu mahal dan membeli pasar yang tidak mahal berharap untuk koreksi, yang dikenal sebagai strategi arbitrase.
Ketika menggunakan rasio, investor harus memperhatikan beberapa hal:
- Faktor yang mendasari - Ada banyak dinamika yang mendasar yang mungkin sedang bekerja menyebabkan pasar yang dinilai terlalu rendah atau terlalu tinggi. Sebagai contoh, sekuritas Australia telah menjadi jauh lebih murah pada 2013-2015, tetapi penyebabnya adalah kurangnya permintaan sumber daya alam dari Cina, yang telah mengakibatkan pertumbuhan lebih lambat dan penilaian yang lebih rendah.
- Nilai yang Tidak Rata - Suatu pasar dapat dianggap undervalued secara agregat, tetapi tentu saja mungkin bagi sektor tertentu untuk dinilai terlalu tinggi. Kebalikannya mungkin juga benar, di mana pasar yang dinilai terlalu tinggi dapat menempatkan segmen yang kurang dihargai. Investor harus menyadari dinamika ini ketika berinvestasi di sektor-sektor tertentu.
- Valuasi Kronis - Sebuah pasar mungkin secara kronis undervalued dibandingkan dengan pasar lain di seluruh dunia untuk sejumlah alasan. Misalnya, pasar negara berkembang tertentu dengan risiko politik yang tinggi mungkin secara substansial kurang dihargai selama jangka waktu yang lama, yang tidak berarti mereka akan pernah mencapai nilai yang adil.
Hal yang paling penting untuk diingat bagi investor internasional adalah menggunakan rasio sebagai titik awal untuk penelitian lebih lanjut daripada akhir semuanya. Ada banyak faktor yang berbeda dalam mengidentifikasi peluang investasi dan negara asal hanya merupakan faktor tunggal. Investor juga harus mempertimbangkan manfaat investasi dari ekuitas di dalam negeri - dalam hal penilaian dan prospek pertumbuhan mereka - serta faktor-faktor yang tidak terkait dengan negara, seperti harga komoditas.
Poin Takeaway Utama
- Warren Buffett dikenal karena menggunakan kapitalisasi pasar terhadap rasio produk nasional bruto ketika menentukan apakah ekuitas dinilai terlalu tinggi atau undervalued secara agregat.
- Investor internasional dapat menemukan data yang sama untuk semua negara menggunakan alat yang disediakan oleh Bank Dunia dan organisasi internasional lainnya.
- Ketika menggunakan rasio, investor harus yakin untuk menggunakannya hanya sebagai titik awal untuk menerapkan berbagai strategi, termasuk strategi jangka pendek.