Peringkat Sovereign dari AAA ke Junk
Sejak diperkenalkan pada awal 1900-an, peringkat kredit pemerintah mengalami sejarah yang bergejolak.
Lembaga pemeringkat Moody dan lainnya terkejut setelah Depresi Besar menyebabkan 21 dari 58 negara gagal membayar obligasi internasional antara 1930 dan 1935.
Dan sejak saat itu, lebih dari 70 pemerintah telah gagal setidaknya sekali dalam hutang mata uang domestik atau asing mereka. Dalam artikel ini, kita akan melihat di mana untuk menemukan peringkat berdaulat, bagaimana mereka dihitung, dan pengaruh peringkat ini terhadap investasi internasional.
Di mana Menemukan Peringkat Sovereign
Peringkat kedaulatan yang paling signifikan diterbitkan oleh tiga lembaga pemeringkat kredit utama - Standard & Poor's, Moody's dan Fitch. Meskipun ada juga sejumlah butik kecil yang menawarkan peringkat, ketiga agensi ini memiliki pengaruh paling besar terhadap pengambil keputusan pasar. Investor dapat menemukan peringkat berdaulat dari ketiga lembaga pemeringkat ini di situs web mereka.
Tiga perusahaan peringkat pemerintah yang paling populer termasuk:
- Peringkat Sovereign Standard & Poor's
- Layanan Moody Investor Services Sovereign Rating
- Fitch Ratings Sovereign Ratings
Perusahaan peringkat pemerintah yang kurang populer lainnya termasuk:
- Dagong Global Credit Rating Co., Ltd.
- AM Best Europe-Rating Services Ltd.
- Euler Hermes ACI GmbH
Bagaimana Penilaian Sovereign Dihitung
Lembaga pemeringkat menggunakan berbagai metode kuantitatif dan kualitatif untuk menghitung peringkat berdaulat.
Namun dalam makalah tahun 1996 berjudul " Determinan dan Dampak Peringkat Kredit Negara ", Richard Cantor dan Frank Packer menggunakan analisis regresi untuk mempersempit proses menjadi enam faktor penting yang menjelaskan lebih dari 90% variasi dalam peringkat kredit.
- Pendapatan per kapita ikut bermain karena basis pajak yang lebih besar meningkatkan kemampuan pemerintah untuk membayar utang, sementara itu juga dapat berfungsi sebagai proxy untuk stabilitas politik suatu negara.
- Pertumbuhan PDB yang kuat membuat utang negara yang ada lebih mudah untuk dilayani dari waktu ke waktu, karena pertumbuhan itu biasanya menghasilkan pendapatan pajak yang lebih tinggi dan peningkatan keseimbangan fiskal.
- Inflasi tinggi tidak hanya dapat menandakan masalah keuangan negara, tetapi juga menyebabkan ketidakstabilan politik dari waktu ke waktu.
- Hutang luar negeri suatu negara bisa menjadi masalah jika itu menjadi tidak terkendali.
- Negara-negara dengan riwayat gagal bayar dianggap memiliki risiko kredit yang lebih tinggi.
- Negara-negara yang lebih maju secara ekonomi dipandang kurang memiliki kemungkinan gagal bayar.
Pengaruh Peringkat Sovereign
Peringkat negara memiliki banyak efek pada negara-negara di seluruh dunia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peringkat sovereign yang lebih baik terkait dengan spread kredit yang lebih rendah. Pada gilirannya, spread yang lebih rendah ini menyamakan biaya keuangan yang lebih rendah untuk negara-negara yang menerbitkan obligasi.
Cantor dan Packer memperkirakan dalam laporan yang disebutkan di atas bahwa penurunan tingkat kedudukan tunggal dapat meningkatkan spread ini sebanyak 25%.
Efek dari spread dan biaya pembiayaan yang lebih tinggi ini dapat meliputi:
- Risiko Inflasi: Bank-bank sentral yang mencetak lebih banyak mata uang untuk menutupi risiko utang saat ini dan masa depan yang menyebabkan inflasi, yang dengan sendirinya dapat menyebabkan sejumlah masalah ekonomi.
- Ketidakstabilan Politik: Negara-negara yang tidak mau atau tidak mampu mencetak lebih banyak mata uang dapat menjalani langkah-langkah penghematan untuk memotong biaya mereka, yang dapat mengakibatkan kerusuhan sipil.
- Pilihan Lebih Sedikit: Bank-bank sentral yang menghadapi biaya pinjaman tinggi mungkin tidak merasa ekonomis untuk menyediakan paket stimulus atau insentif pertumbuhan lainnya selama masa-masa sulit.
Namun, peneliti lain tetap skeptis. Sebuah studi oleh Gonzalez-Rozada dan Eduardo Levy Yeyati, yang berjudul "Global Factors and Emerging Market Spreads", menemukan bahwa peringkat pemerintah mencerminkan perubahan spread dan bukannya mengantisipasi mereka.
Namun dalam kedua kasus, peringkat pemerintah mewakili alat yang berguna bagi investor internasional untuk menentukan kualitas investasi suatu negara.
Poin Takeaway Utama
- Peringkat kredit negara telah menjadi semakin populer karena negara-negara berusaha untuk memanfaatkan pasar obligasi dan investor mencari peluang.
- Peringkat ini dihitung oleh perusahaan seperti Standard and Poor's atau Moody's berdasarkan sejumlah kriteria yang berbeda.
- Peringkat kedaulatan yang lebih baik dapat mengurangi risiko inflasi, memastikan stabilitas politik, dan membuatnya lebih murah untuk meminjam uang ketika diperlukan