Investasikan di negara terpadat kedua di dunia
Berinvestasi di India mungkin tampak asing bagi banyak orang di Amerika Serikat, tetapi demografi positif negara dan pertumbuhan ekonomi yang pesat membuatnya menjadi peluang besar bagi investor internasional.
Gambaran ekonomi India
Ekonomi India paling terkenal untuk teknologi informasi dan proses bisnis industri outsourcing, tetapi negara ini juga menempati urutan kedua di dunia dalam produksi pertanian dan ke-12 di dunia dalam hal output pabrik nominal. Industri-industri ini telah mendorong ekonomi negara untuk menjadi yang terbesar ketiga di dunia berdasarkan daya beli paritas (PPP).
Negara ini juga merupakan salah satu angkatan kerja yang paling cepat berkembang di dunia. Biro Sensus AS memperkirakan akan menjadi terbesar di dunia pada tahun 2025, sementara setengah dari populasinya di bawah usia 25 tahun dan lebih dari 65% di bawah usia 35 tahun. Negara ini juga memiliki sistem pendidikan tinggi ketiga terbesar di dunia. dunia, setelah AS dan China, menurut laporan Bank Dunia.
Statistik ekonomi 2016 negara ini termasuk:
- Produk Domestik Bruto (KRW): $ 8,8 Triliun
- GDP Real Growth Rate: 7,5%
- PDB per Kapita: $ 6.664
- Tingkat Pengangguran: 2-3%
- Tingkat Inflasi (IHK): 5,41%
Manfaat dan risiko berinvestasi di India
Demokrasi parlementer India yang lama dan kebijakan ekonomi liberal membuatnya menjadi tujuan yang lebih aman daripada banyak pasar negara berkembang. Tapi, lingkungan geopolitik yang tidak stabil dan beberapa contoh terorisme di tanahnya menimbulkan beberapa risiko yang harus dipertimbangkan sebelum berinvestasi di India.
Manfaat berinvestasi di India meliputi:
- Demografi Positif . India memiliki tenaga kerja muda, terdidik dan tumbuh yang seharusnya membantu mendukung pertumbuhan ekonominya, dengan asumsi bahwa sistem pendidikan negara itu secara efektif mengajarkan kepada mereka bagaimana berkontribusi terhadap ekonomi dari waktu ke waktu.
- Pertumbuhan Ekonomi Yang Kuat . India telah menyadari tingkat pertumbuhan historis yang kuat, khususnya di bidang teknologi informasi dan proses bisnis outsourcing. Sektor-sektor ini terus menjadi salah satu sektor terbesar dari ekonomi global secara keseluruhan.
- Pemerintahan Stabil . India telah mempertahankan demokrasi parlementer yang kuat sejak kebebasan politiknya dari pemerintahan Inggris sekitar 50 tahun lalu. Pada tahun 2014, Narendra Modi terpilih sebagai perdana menteri negara dan telah membuat langkah besar dalam meningkatkan ekonomi.
Risiko berinvestasi di India termasuk:
- Ketidakstabilan geopolitik . India terletak di wilayah geopolitik yang agak tidak stabil dan telah menyaksikan beberapa serangan teroris di wilayahnya. Meskipun serangan-serangan ini tidak mengganggu ekonominya, mereka menciptakan risiko jangka pendek yang harus dipertimbangkan oleh investor.
Cara terbaik untuk berinvestasi di India
Ada banyak cara berbeda untuk berinvestasi di India, mulai dari dana yang diperdagangkan di bursa AS (ETF) hingga surat berharga yang terdaftar di Bursa Efek Bombay (BSE) dan Bursa Saham India (NSE).
ETF merupakan cara termudah untuk mendapatkan eksposur tanpa mengkhawatirkan implikasi hukum dan pajak dari membeli American Depository Receipts (ADRs) dan sekuritas yang diperdagangkan asing.
ETF India Populer meliputi:
- WisdomTree India Dana Penghasilan ETF (NYSE: EPI)
- Indeks iPath MSCI India ETN (NYSE: INP)
- Portofolio PowerShares India ETF (NYSE: PIN)
- iShares S & P India Nifty 50 Index Fund (NASDAQ: INDY)
- Vektor Pasar India Small Cap Index ETF (NYSE: SCIF)
ADRs India yang paling populer termasuk:
- Tata Motors Limited (NYSE: TTM)
- ICICI Bank Limited (NYSE: IBN)
- Reddy's Laboratories Limited (NYSE: RDY)
- Infosys Ltd. (NASDAQ: INFY)
- Rediff.com India Limited (NASDAQ: REDF)
Poin Takeaway Utama
- Demografi positif dan ekonomi booming India membuatnya menjadi peluang investasi besar bagi investor internasional.
- India menghadapi risiko yang lebih kecil daripada banyak pasar negara berkembang, dengan demokrasi dan kebijakan ekonomi liberal yang lama, tetapi risiko geopolitik harus dipertimbangkan.
- Investor internasional yang ingin berinvestasi di India harus melihat banyak ETF dan ADR yang diperdagangkan di AS untuk menghindari kemungkinan masalah hukum dan pajak.