Motif Investasi Definisi, Keuntungan dan Kerugian, dan Cara Berinvestasi
Tapi seperti halnya produk investasi, layanan, atau keamanan apa pun, Motif Investing akan menguntungkan beberapa investor sementara itu mungkin bukan yang terbaik bagi investor lain.
Pelajari kelebihan dan kekurangan dari motif sebelum Anda berinvestasi.
Definisi Motif Investasi
Motif Berinvestasi adalah perusahaan yang menawarkan alternatif mereka sendiri untuk paket investasi portofolio seperti reksadana, ETF atau layanan gabungan dari penasehat-robo. Oleh karena itu Motif Investing adalah bagian produk investasi dan bagian layanan.
Definisi motif adalah desain atau pola dekoratif, atau tema dalam tampilan artistik. Demikian pula, Motif Investing menawarkan kepada investor pilihan portofolio investasi berbasis tema yang dirancang di sekitar tema atau tren investasi tertentu. Misalnya, beberapa motif yang tersedia termasuk Jejaring Sosial, Terobosan Biotek, dan Dunia Permainan Online.
Keuntungan dan Kerugian Berinvestasi dalam Motif
Ada beberapa keuntungan dan kerugian untuk investasi motif yang harus diketahui investor sebelum berinvestasi. Setelah meninjau pro dan kontra ini, Anda dapat membandingkannya dengan investasi dan akun Anda saat ini sebagai referensi.
Inilah keuntungan utama dari Motif Investing:
- Pengeluaran: Kemampuan untuk membeli portofolio saham atau ETF dengan harga kurang dari $ 10 memberikan Motif Investing keuntungan atas broker diskon dan penasehat robo. Tidak ada biaya tambahan atau tersembunyi.
- Kesederhanaan: Jika Anda memilih portofolio motif pra-paket, tidak ada penelitian atau analisis yang terlibat — beli saja tema yang sesuai dengan kebutuhan investasi Anda atau sesuatu yang melengkapi portofolio yang ada. Investor juga menghemat waktu dalam menempatkan perdagangan untuk lusinan surat berharga dengan menempatkan satu perdagangan sederhana sebagai gantinya.
- Rebalancing: Ketika Anda menyeimbangkan kembali portofolio , Anda kembali ke alokasi target awal Anda, yang pada dasarnya menjual saham dari "pemenang" dan membeli saham dari "yang kalah." Ini adalah filosofi inti teori portofolio modern dan berpotensi meningkatkan laba jangka panjang sambil mempertahankan diversifikasi.
Ini adalah kerugian utama dari Motif Investing:
- Pengejaran Kinerja: Motif lebih berpusat pada tema dan pengemasan daripada diversifikasi yang bijaksana, yang dapat mengarahkan investor untuk memilih dari motif berkinerja terbaik atau yang paling populer. Hal ini dapat menyebabkan kinerja mengejar atau perilaku investasi yang berpotensi merusak.
- Tanpa Dividen Reinvestasi: Motif tidak memungkinkan untuk reinvestasi dividen. Jadi, dividen hanya pergi ke kas sampai Anda membeli lagi.
- No Limit atau Stop-Loss Orders: Motif hanya mengizinkan pesanan pasar, yang bisa menjadi negatif bagi beberapa trader tingkat lanjut yang suka menggunakan alat-alat ini.
Beberapa keuntungan dan kerugian ini akan memiliki lebih banyak dampak pada tujuan dan preferensi pribadi Anda daripada yang lain. Ketahui prioritas dan alasan Anda berinvestasi sebelum membeli motif.
Cara Berinvestasi dalam Motif
Motif Berinvestasi memungkinkan investor untuk memilih motif tertentu, atau portofolio berbasis tema, yang biasanya mencakup sekitar 20 hingga 30 saham atau ETF, dengan biaya $ 9,95 per perdagangan.
Investor juga dapat menyesuaikan bauran motif mereka untuk alokasi aset dan perpaduan investasi yang paling sesuai dengan kebutuhan atau minat mereka.
Fitur rebalancing pada tema motif yang dikemas sebelumnya juga membantu mengoptimalkan diversifikasi dan potensi kinerja jangka panjang, berdasarkan teori portofolio modern.
Intinya tentang Investasi dalam Motif
Motif investasi dapat menjadi pujian bagi portofolio reksa dana, ETF, atau sekuritas lain yang ada saat ini; namun, mereka mungkin bukan investasi mandiri yang bijak karena banyak tema portofolio terkonsentrasi secara sempit ke dalam satu sektor atau ceruk pasar.
Misalnya, jika Anda menyimpan semua tabungan pensiun Anda ke dalam motif "Jejaring Sosial", Anda mungkin melihat beberapa keuntungan jangka pendek tetapi Anda juga bisa melihat perubahan besar dalam harga dan penurunan signifikan dalam harga saham.
Untuk diversifikasi yang tepat, adalah bijaksana untuk menyebarkan aset investasi di lebih dari satu jenis aset (yaitu saham, obligasi, kas) dan mengadakan berbagai kategori investasi (yaitu saham AS, saham internasional, saham berkapitalisasi besar, saham berkapitalisasi, saham topi kecil, obligasi, dan sebagainya).
Penafian: Informasi di situs ini disediakan untuk keperluan diskusi saja, dan tidak boleh disalahartikan sebagai nasihat investasi. Dalam situasi apa pun, informasi ini tidak mewakili rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas.