Sejarah Bioteknologi Pra-20 Abad

6 Bioteknologi Manusia Digunakan Sebelum 1900-an

Bioteknologi (atau biotek seperti yang umumnya dikenal) adalah proses yang digunakan manusia untuk mengambil organisme hidup dan mengubahnya menjadi produk yang berbeda untuk digunakan sendiri. Anehnya, manusia telah menggunakan bioteknologi untuk keuntungan mereka sejak zaman paleolitik — meskipun tidak selalu dengan sengaja.

Ada banyak penemuan penting yang telah memainkan peran utama dalam evolusi industri biotek.

Biokimia modern dan teknik mikrobiologi menggunakan sejumlah teknik molekuler yang berkembang selama beberapa dekade terakhir sebagai hasil dari penemuan seperti PCR , sidik jari DNA , enzim restriksi , sekuensing, dan teknik kloning.

Namun, bahkan sebelum kita tahu apa itu gen, manusia memanipulasi sel dengan cara yang sangat rajin, baik untuk memproduksi makanan dan bahan kimia atau untuk meningkatkan tanaman. Berikut adalah beberapa teknik bioteknologi tertua yang meletakkan dasar bagi industri biotek jauh sebelum istilah "bioteknologi" digunakan.

1. Fermentasi untuk Menghasilkan Makanan

Fermentasi mungkin penemuan bioteknologi yang paling kuno. Lebih dari 10.000 tahun yang lalu umat manusia memproduksi anggur, bir, cuka dan roti menggunakan mikroorganisme, terutama ragi. Yoghurt diproduksi oleh bakteri asam laktat dalam susu dan jamur digunakan untuk menghasilkan keju. Proses-proses ini masih digunakan hari ini untuk menghasilkan makanan untuk meja makan kami.

Namun, budaya saat ini telah dimurnikan (dan seringkali secara genetik disempurnakan) untuk mempertahankan sifat yang paling diinginkan dan produk dengan kualitas terbaik.

2. Fermentasi Industri

Pada tahun 1897, kami menemukan bahwa enzim dari ragi dapat mengubah gula menjadi alkohol, yang menyebabkan produksi bahan kimia seperti butanol, aseton, dan gliserol.

Proses fermentasi masih digunakan saat ini di banyak organisasi biotek modern, sering untuk menghasilkan enzim yang digunakan dalam proses farmasi, remediasi lingkungan dan proses industri lainnya.

3. Pelestarian Makanan

Proses pengeringan, penggaraman, dan pembekuan makanan untuk mencegah pembusukan sudah lama dilakukan sebelum ada yang benar-benar mengerti mengapa langkah-langkah ini berhasil atau bahkan sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan makanan rusak di tempat pertama.

4. Karantina

Tindakan karantina untuk mencegah penyebaran penyakit sudah ada jauh sebelum asal muasal penyakit diketahui oleh umat manusia. Mengisolasi orang sakit menunjukkan pemahaman awal bahwa penyakit dapat ditularkan dari individu yang terinfeksi ke individu lain (yang sehat), yang kemudian menjadi gejala.

5. Pemuliaan Tanaman Selektif

Perbaikan tanaman (yaitu, memilih benih dari tanaman yang paling sukses dan menghasilkan tanaman baru dengan sifat yang paling diinginkan) adalah bentuk teknologi tanaman awal. Para petani belajar sejak awal bahwa menggunakan benih dari tanaman terbaik pada akhirnya akan meningkatkan hasil panen berikutnya. Pada pertengahan tahun 1860-an, penelitian Gregor Mendel tentang sifat-sifat keturunan kacang polong meningkatkan pemahaman kita tentang warisan genetika dan mengarah pada praktik perkawinan silang (sekarang dikenal sebagai hibridisasi).

6. "Kecelakaan" Beruntung

Penemuan proses biologis alami sering terjadi secara tidak sengaja. Kualitas mengejutkan dari garam, fermentasi, pengeringan (menghilangkan kelembaban dari makanan untuk menghindari pembusukan) dan perkawinan silang hampir pasti ditemukan secara tidak sengaja. Begitu juga beberapa obat terpenting kami, seperti Penisilin.