Dari Risiko Ekonomi ke Politik dan Segala Sesuatu di Antara
Dalam artikel ini, kita akan melihat cara mengukur dan menganalisis risiko negara dengan cepat dan mudah.
Mengukur Risiko Negara
Mengukur risiko suatu negara bisa menjadi upaya yang rumit. Dari undang-undang perpajakan hingga pergolakan politik, investor harus mempertimbangkan ratusan, bahkan ribuan, faktor yang berbeda. Misalnya, gerakan nyata seperti kenaikan suku bunga dapat secara dramatis melukai atau membantu bisnis dan pasar saham suatu negara. Tetapi bahkan komentar dari seorang politisi terkemuka yang mengisyaratkan rencana masa depan dapat memiliki dampak yang sama besarnya. Banyak juga tergantung pada ekspektasi pasar yang ada sebelum pindah atau bergerak yang diisukan.
Risiko suatu negara secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok:
- Risiko Ekonomi : Risiko yang terkait dengan kondisi keuangan suatu negara dan kemampuan untuk membayar kembali hutangnya . Misalnya, negara dengan rasio utang terhadap PDB yang tinggi mungkin tidak dapat mengumpulkan uang dengan mudah untuk mendukung dirinya sendiri, yang menempatkan ekonomi domestiknya dalam bahaya.
- Risiko Politik : Risiko yang terkait dengan politisi suatu negara dan dampak keputusan mereka terhadap investasi. Misalnya, politisi yang putus asa mendukung nasionalisasi dapat menimbulkan risiko bagi investor di industri strategis tertentu.
Dalam beberapa kasus, risiko ekonomi dan politik dapat terjalin. Perekonomian Argentina di bawah rezim mantan Peronis adalah contoh yang bagus. Dalam hal ini, politisi populis menerapkan kebijakan yang merusak ekonomi, seperti subsidi energi dan pengeluaran dari cadangan devisa.
Menganalisis Risiko Negara
Ada banyak cara berbeda untuk menganalisis risiko suatu negara.
Dari koefisien beta hingga peringkat yang berdaulat , investor memiliki sejumlah alat yang berbeda yang mereka miliki. Investor internasional harus menggunakan kombinasi teknik-teknik ini untuk menentukan risiko suatu negara, serta risiko yang terkait dengan setiap investasi atau keamanan internasional.
Metode yang digunakan untuk menilai risiko negara dapat dikelompokkan menjadi dua kategori:
- Analisis Kuantitatif : Penggunaan rasio dan statistik untuk menentukan risiko, seperti rasio utang terhadap PDB atau koefisien beta dari indeks MSCI untuk suatu negara tertentu. Investor internasional dapat menemukan informasi ini dalam laporan dari lembaga pemeringkat, majalah seperti Economist, dan melalui berbagai sumber online seperti Wikipedia.
- Analisis Kualitatif : Penggunaan analisis subyektif untuk menentukan risiko, seperti melanggar berita / opini politik atau rumor pasar yang realistis. Investor internasional dapat menemukan informasi ini dalam publikasi keuangan seperti Economist dan Wall Street Journal, serta dengan mencari di agregator berita internasional seperti Google News.
Namun, cara paling umum yang dilakukan investor untuk menilai risiko negara adalah melalui peringkat yang berdaulat. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif ini, lembaga-lembaga ini menerbitkan peringkat kredit untuk setiap negara dan memberi investor cara mudah untuk menganalisis risiko negara.
Tiga lembaga pemeringkat yang paling banyak ditonton adalah Standard & Poor's, Moody's Investor Services, dan Fitch Ratings.
Daftar Periksa Risiko Negara & Tips Lainnya
Investor internasional dapat menentukan risiko negara menggunakan proses tiga langkah sederhana ini:
- Periksa Sovereign Ratings : Carilah peringkat sovereign negara yang dikeluarkan oleh S & P, Moody's dan Fitch untuk mendapatkan pandangan garis dasar pada tingkat risiko negara.
- Baca yang Terbaru : Cari di Google Berita atau agregator berita internasional lainnya untuk berita ekonomi apa pun di sekitar negara sebagai bentuk riset kualitatif, atau periksa sumber data publik seperti Dana Moneter Internasional atau Bank Dunia.
- Periksa Risiko Aset : Tentukan risiko investasi spesifik dengan melihat faktor kuantitatif, seperti koefisien beta - koefisien beta yang lebih tinggi menyamakan dengan risiko yang lebih besar.
Tapi, hanya karena suatu negara berisiko tidak berarti investor harus mengabaikannya. Terkadang peningkatan risiko setara dengan potensi pengembalian yang lebih tinggi. Misalnya, negara yang mengalami reformasi ekonomi mungkin lebih berisiko sekarang, tetapi masa depan jangka panjangnya mungkin lebih cerah sebagai hasilnya. Oleh karena itu, investor internasional masih dapat memasukkan risiko ke dalam portofolio yang terdiversifikasi untuk meningkatkan potensi hasil.
Berikut adalah beberapa tips yang perlu diingat ketika mempertimbangkan investasi berisiko:
- Tetap Diversifikasi : Portofolio yang terdiversifikasi dapat membantu mengurangi dampak dari setiap keamanan yang menurun tajam. Coba dan batasi keamanan satu dari akuntansi untuk lebih dari 5% dari nilai portofolio.
- Hedge Your Bets : Beberapa strategi, seperti menulis panggilan tertutup atau membeli opsi put indeks, dapat membantu melindungi pasar dari penurunan. Investor tingkat lanjut mungkin ingin mempertimbangkan opsi-opsi ini.
- Pantau Situasi : Selalu awasi investasi Anda. Berbagai hal dapat berubah dengan cepat di pasar internasional - terutama yang berisiko - jadi pastikan Anda melihat awan gelap sebelum badai menghantam.
Garis bawah
Investor internasional harus menyadari banyak faktor risiko yang mempengaruhi investasi mereka, termasuk risiko ekonomi dan politik spesifik negara. Dengan memeriksa peringkat pemerintah dan melakukan uji tuntas, mereka dapat memastikan bahwa portofolio mereka tidak terlalu terbuka.