Jika Net Worth Anda Bukan Apa yang Anda Harapkan, Buat Beberapa Perubahan Sederhana Mulai Hari Ini
Apa itu Nilai Bersih?
Nilai bersih adalah selisih antara nilai apa yang Anda miliki — rumah Anda, dana pensiun, rekening investasi, saldo rekening, dll — minus kewajiban seperti hipotek, utang kartu kredit, dan sebagainya. Kekayaan bersih adalah angka penting untuk mengingatnya karena dapat membantu Anda menentukan seberapa banyak utang Anda dapat mempengaruhi kekayaan masa depan Anda, serta menyoroti area yang harus Anda fokuskan sebelum pensiun.
Menghitung kekayaan bersih Anda sesederhana definisinya. Lihatlah semua yang Anda miliki, termasuk aset yang akan menjadi bagian dari rencana pensiun Anda, seperti 401 (k), saham, dan investasi Anda. Buat daftar terpisah dari saldo Anda dan utang Anda dan kurangi jumlah itu dari jumlah semua yang Anda miliki, dan apa yang tersisa adalah kekayaan bersih Anda.
Duduk dan luangkan beberapa menit untuk menghitung jumlahnya. Apakah Anda senang dengan nomor tersebut atau apakah Anda mengharapkan kekayaan bersih Anda menjadi lebih tinggi?
Jika demikian, jangan takut! Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kekayaan bersih Anda, mulai hari ini.
1. Tinjau Kewajiban Anda
Lihatlah secara detail kewajiban Anda. Ini harus menjadi angka yang mudah untuk diketahui karena jumlah utang yang Anda bayarkan setiap bulan dan dalam bentuk apa, seperti hipotek Anda, utang kartu kredit, dan pembayaran pinjaman.
Apakah ada kewajiban yang dapat Anda hilangkan atau kurangi? Mengurangi utang Anda adalah langkah besar dalam membantu peningkatan jumlah kekayaan bersih Anda!
2. Tinjau Aset Anda
Anda mungkin tidak tahu persis berapa banyak semua aset Anda layak, atau bagaimana nilai itu akan berubah, tetapi Anda bisa mendapatkan angka bulat. Cobalah untuk tidak meninggalkan aset apa pun. Ingat, ini kelas aset utama Anda:
- Tempat tinggal utama: semakin banyak ekuitas yang Anda miliki di rumah Anda, semakin besar kekayaan bersih Anda.
- Properti rumah dan sewa rumah: biasanya dibayar dengan uang tunai, jadi ini jelas merupakan aset yang Anda ingin hitung!
- Investasi: saham, obligasi, reksadana dan rencana pensiun penangguhan pajak. Ingat saja untuk menambahkan pajak pada aset ini ke kewajiban Anda.
- Barang koleksi: seni dan barang antik — pasar untuk barang-barang ini akan berfluktuasi, tetapi Anda selalu dapat memiliki penilai yang datang membantu Anda.
3. Pangkas Biaya
Semakin sedikit uang yang Anda belanjakan, semakin banyak Anda mengumpulkan kekayaan bersih. Lihatlah pengeluaran Anda saat ini dan lihat apakah ada tempat yang dapat Anda kurangi. Ingat, bahkan beberapa dolar di sana-sini dapat menambah banyak uang selama satu tahun dan lebih lama!
4. Kurangi Hutang
Mengurangi utang adalah cara terbaik untuk meningkatkan kekayaan masa depan Anda.
Pertama, Anda ingin mengidentifikasi utang berbunga tinggi Anda. Selanjutnya, pertimbangkan mengkonsolidasikan pembayaran atau sekadar meningkatkan pembayaran bulanan, yang keduanya merupakan metode yang terbukti mengurangi utang.
5. Bayar Hipotek Anda
Pertimbangkan untuk melunasi hipotek Anda dan dapatkan lumpsum terbesar dari buku Anda. Memiliki rumah Anda akan menjadi aset terbesar Anda.
6. Tinjau Biaya Tahunan
Berapa biaya tahunan yang membuat jumlah kekayaan bersih Anda turun — dan mana yang tidak Anda butuhkan? Lihatlah hal-hal seperti asuransi dan premi perawatan kesehatan Anda setiap tahun. Bandingkan tingkat bunga dan lihat apakah biaya tahunan ini dapat dipangkas.
7. Investasi Penghasilan
Investasi pendapatan adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kekayaan bersih Anda — jika dilakukan dengan benar. Baca di sini untuk rincian tentang pendekatan yang telah saya gunakan dengan klien selama bertahun-tahun yang disebut “Sistem Bucket.” Premis utama pendekatan ini adalah Anda membagi investasi cair Anda menjadi empat ember: keranjang uang tunai, keranjang pendapatan, ember pertumbuhan, dan ember pendapatan alternatif.
Pengungkapan: The Balance tidak memberikan nasihat pajak, investasi, atau layanan keuangan. Informasi tersebut disajikan tanpa mempertimbangkan tujuan investasi, toleransi risiko atau keadaan keuangan dari investor tertentu dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikasi hasil di masa mendatang. Investasi melibatkan risiko termasuk kemungkinan kehilangan pokok.